Halo, namaku Leah, dan aku adalah peri Padang Ajaib

Aku ingin bercerita tentang malapetaka yang terjadi ketika peri semak berduri tidak diundang ke penobatan Ratu Peri....

Hari itu matahari bersinar cerah di Padang Ajaib. Leah, pembantu Ratu Peri yang termuda, sibuk memasukkan undangan-undangan ke dalam kantong besar. Itu undangan istimewa untuk penobatan Ratu Peri yang baru

"Nah, ingat ya, Bumble," Leah berpesan kepada lebah sahabatnya, "kau harus mengantarkan undangan-undangan ini kepada setiap peri di Padang Ajaib. Kau harus memastikan bahwa tak ada peri yang terlewat, oke? Ratu Peri ingin semua orang hadir."

"Tentu saja," dengung Bumble. "Aku akan menyerahkan undangan-undangan ini langsung ke tangan setiap peri!"

Bumble meulai perjalanan panjangnya mengelilingi Padang Ajaib. Tapi ketika ia sampai di semak-semak tempat Bryony tinggal, Bumble merasa takut. Ia tidak berani membunyikan bel dan menghadapi peri semak berduri yang jahat itu.

"Kurasa aku akan meninggalkan undangan Bryony di depan pintu rumahnya saja," gumam Bumble, "lalu cepat-cepat terbang pergi!"

Tapi angin sepoi-sepoi mengikuti Bumbloe ke semak berduri itu dan menerbangkan undangan Bryony.

Acara penobatan Ratu Peri segera menjadi buah bibir di seluruh Padang Ajaib. Dan Bryony segera menyadari bahwa setiap peri mendapat undangan-semua kecuali dirinya. Ia sangat kecewa dan marah!

"Berani-beraninya para peri itu mengundang seua orang kecuali aku," geramnya."Aku akan memberi mereka pelajaran!"

Bryony langsung terbang ke bundaran jamur payung, tempat tinggal peri-peri topi merah

"Kumpulkan semak-semak berduri paling besar yang bisa kalian temukan," katanya kepada peri-peri itu. "kita mungkin tidak diundang. tapi kita akan datang ke penobatan Ratu Peri!"

Di Lembah peri, Leah dan Bumble menyaksikan dengan gembira saat semua peri memberikan hadiah mereka kepada Ratu Peri yang baru.


Peri-peri permata membawa kalung yang terbuat dari tiga permata ajaib-permata biru yang dapat mengabulkan permintaan, permata merah yang dapat melindungi pemakainya, dan permata kuning yang dapat mematahkan setiap mantra.


Ratu Peri menyukai semua hadiahnya, dan sangat senang karena setiap peri sudah diundang ke acara penobatanya. Ia tidak tahu bahwa ada seorang peri yang terlewat...


Tiba-tiba, terjadi keributan di Lembah Peri. Bumble mendengung waswas ketika melihat Bryony berjalan menerobos kerumunan tamu.

 "Aku juga punya hadiah untukmu, Paduka Ratu," kata Bryony sambil melangkah maju, "walaupun aku tidak diundang ke penobatanmu!"


Peri-peri topi merah meletakkan semak berduri raksasa di depan Ratu Peri. Bryony meniup benang-benang sari semak berduri itu.


"Saat semua benang sari telah meninggalkan semak berduri ini," ia mengutuk Ratu Peri, "jarimu akan tertusuk dan kau akan tertidur lelap untuk selamanya!"


"Kami sangat menyesal," Leah meminta maaf kepada Ratu Peri begitu Bryony terbang pergi. "Kami berniat mengundang Bryony, tapi undangannya hilang. Kami tak ingin Ratu tertidur lelap selamanya."


Ratu Peri tertawa. "Jangan khawatir." katanya kepada teman-temanya. "Bryony hanya kesal-pasti tidak akan terjadi apa-apa."


Tapi Leah tidak seyakin itu.


Esok harinya, Leah dan Bumble terus mengawasi Ratu Peri. Mereka ingin memastikan bahwa Ratu tidak menyentuh benda-benda tajam. Leah menyembunyikan jarum jahit Ratu dan Bumble menerbangkan jepit rambutnya ke pohon yang tertinggi.

Tapi Bryony sangat cerdik. Ia meninggalkan bunga mawar yang cantik di singgasana Ratu Peri. Ketika Ratu mengambil mawar itu, jarinya tertusuk duri, dan seperti yang dikatakan Bryony, Ratu langsung tertidur lelap.

Leah dan Bumble bergegas menghampiri Ratu.

"Oh, tidak!" Bumble mendengung panik. "Apa yang harus kita lakukan?"

Leah teringat pada kalung ajaib yang dihadiahkan peri-peri permata kepada Ratu. Kalung ini telah disimpan di tempat yang tersembunyi di Lembah Peri.

"Salah satu permata itu pasti mampu membangunkan Ratu Peri!" serunya."Ayo, Bumble, kita harus menemukan kalung itu."

Dari ujung lembah, Bryony mengawasi Leah dan Bumble yang sedang berlari ke sana kemari mencari kalung itu

"Kau tidak akan pernah bisa membangunkan Ratu Peri," kata Bryony kepada diri sendiri. Lalu ia mengirim sepasukan laba-laba untuk mengejar Leah dan Bumble.

Pasukan laba-laba bergerak cepat, memburu kedua sahabat itu. Tapi persis pada saat pasukan laba-laba hendak menangkap mereka, Leah berhasil menemukan kalung Ratu dan langsung mengenakannya. Permata merah bersinar terang untuk melindungi pemakai kalung itu. Para laba-laba lenyap dengan segera, tenggelam ke dalam tanah seperti titik-titik hujan.

Bryony belum menyerah. Ia merapalkan mantra untuk
membuat benteng semak berduri di depan Leah.

Tapi Leah ingat bahwa permata biru dapat mengabulkan
permintaan pemakainya.

"Aku minta dibukakan jalan untuk menembus semak
berduri," serunya. Permata biru bersinar dan semak-
semak berduri itu menyibak, sehingga Leah dapat
berjalan melewatinya.

Leah berlari menyebrangi lembah ke singgasana Ratu
Peri. Ia melepaskan kalung itu dan memakaikannya di
leher Ratu untuk mematahkan mantra Bryony.

Permata kuning mulai bersinar-mula-mula redup,
lalu makin lama makin terang, sampai akhirnya mantra
Bryony berhasil dipatahkan. Ratu Peri mulai bergerak
dan terbangun.

"Ini tidak adil," Bryony menangis tersedu-sedu.
"Aku hanya merapalkan mantra itu karena kau tidak
menyukaiku. Kau tidak mengundangku ke acara
penobatan!"

Leah mendengar tangisan peri semak berduri itu
dan membujuknya supaya keluar dari tempat
persembunyiannya. "Kami suka kok padamu," kata Leah
kepada Bryony.

"Aku minta maaf karena undanganmu hilang terbawa
angin," tambah Bumble.

"Kau benar-benar menyukaiku?" Bryony tersentak.
"Dan aku diundang ke penobatan Ratu?"

"Tentu saja," jawab Leah, tersenyum. "Datanglah ke
pesta dansa penobatan nanti malam."

"Ya, aku sangat mengharapkan kehadiranu!" timpal
Ratu Pperi, tersenyum ramah.

Semua peri bersenang-senang di pesta dansa malam
itu, terutama Bryony. Ia berjanji tidak akan merapalkan
mantra-mantra jahat lagi dan berdansa dengan gembira
bersama teman-teman barunya.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: